KEBENCIAN TEOLOGIS DAN KEBENCIAN PRAGMATIS

Sejak digempurnya Suriah, propaganda penyesatan dan pengkafiran Syiah di Dunia Islam menjadi program global menunjang program genosida Syiah oleh Saudi, Israel dan AS melalui ISIS, kebencian kepada Syiah meluas.

Indonesia yang selama beberapa tahun sejak berdirinya Republik Islam Iran menjadi negara paling welcome terhadap mazhab yang punya jejak historis dalam budayanya, kini bisa dianggap menjadi lahan subur takfirisme yang disebarkan secara masif dan sistematis.

[ads1]

 

Ini adalah fakta yang sulit dibantah. Siapapun yang diketahui Syiah bahkan siapapun yang tidak mengkafirkan Syiah disyiahkan. Bila sudah dianggap Syiah, maka semua yang buruk walaupun dusta boleh ditimpakan atasnya.

Kebencian kepada Syiah, berdasarkan motif, dapat dibagi dua; Kebencian teologis dan kebencian politis.

Kebencian teologis atau kebencian sektarian adalah doktrin yang bersumber dari data palsu dan interprestasi manipulatif.

Sebagian besar pembenci Syiah dengan alasan teologi adalah penganut wahabisme. Meski sangat intoleran bahkan sebagian berani mengkafirkan Syiah, sikap negatif tersebut bisa dianggap “tulus”, karena ia semata-semata diekspresikan sebagai kecintaan kepada doktrin teologi yang dipahami sebagai pandangan yang bersumber dari al-Quran dan Sunnah Nabi. Paling tidak, itulah klaim gerombolan kaku ini.

Sebagian penganut Syiah di Indonesia adalah mantan wahabi dan aktivis kelompok-kelompok garis keras. Karena tunduk kepada supremasi teks al-Quran dan Sunnah, sebagian dari mereka rela menanggalkan wahabisme.

[ads1]

 

Kedua adalah kebencian dengan tendensi pragmatisme. Kebencian ini muncul terhadap Syiah dan pandangan apapun yang dianggap bisa menularkan pemahaman baru dalam komunitas dan kelompok yang telah menjadi properti bagi pemegang kuasa teologi.

Pembenci jenis ini tak mesti penganut teologi intoleran tapi kebenciannya bisa lebih berbahaya. Kezaliman terhadap warga Syiah di Sampang yang hingga saat ini kehilangan hak menjadi warga di kampungnya adalah contoh nyata.

News Feed