KHASHOGGI, MBS DAN TRUMP

Arab saudi adalah satu-satunya rezim yang punya lembaga pembunuhan resmi semacam kementerian urusan penjagalan. Para pegawainya terduga kuat berwudhu sebelum melaksanakan tugas. Targetnya adalah warga yang kritis bahkan sekadar menambahkan Yang Mulia bila menyebut nama raja dan anggota keluarganya.

Rezim monarki yang dibangun diatas kuburan massal warga asli yang menolaknya ini telah berhasil menyisipkan doktrin kesadisan relijius dalam narasi agama dan menyebarkannya melalui jelata-jelatanya yang mencitrakan diri sebagai agamawan yang konsisten anti syirik, bid’ah dan aliran sesat di seluruh negeri bermayoritas Muslim, termasuk Indonesia.

Pemusnahan orang-orang yang dicap pembangkang sudah menjadi bagian dari strategi Pemerintahan tanpa UUD ini. Tapi simbol Ka’bah yang selalu ‘dipakai’nya mampu merabunkan banyak mata nalar.

Pembunuhan terencana atas Jamal Khasoggi dalam Konjen Saudi di Istanbul membuka mata dunia, terutama umat Islam tentang fakta mengerikan para monster pemegang kuasa kerajaan super hipokrit yang berkedok Haramain dan bendera bertuliskan kalimat Tauhid ini.

Adakah yang ingat nama Adnan Khasoogi yang sempat tenar beberapa silam? Dia adalah milyarder Saudi makelar bisnis senjata yang disegani paman MBS, Raja Fahd. Adnan adalah paman Jamal Khasoggi. Jamal bukanlah tokoh oposisi dan bukan jurnalis yang selalu kritis. Ia bahkan selalu mengaku loyalis Kerajaan Saudi meski mendukung proses demokratisasi parsial di bawah Kerajaan. Tapi Muhammad bin Salman tak menghendaki adanya orang yang cerdas yang mampu menggiring opini publik dalam wilayah kekuasaanya. Khassoggi bukan orang yang kaku dalam komunikasi dan tak punya kemampuan seni beladiri. Tapi Salman mengirimkan tim dari “lembaga pembunuhan resmi” berjumlah 15 hitman, termasuk dokter bedah forensik (yang sangat mahir dalam mutilasi efektif) di bawah kepemimpinan Motreb, pengawal pribadi MBS.

Setidaknya ada tiga pihak yang terkait dengan skandal mutilasi Jamal Khasoggi, yaitu Arab Saudi dengan Pangeran Muhammad bin Salman yang menjadi penguasa defacto, Amerika Serikat dengan Trump yang sangat dekat dengan MBS dan Turki dengan Erdogan yang punya hubungan khusus dengan Khasoggi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed