LARUNG, SEDEKAH, SESAJI DAN TUDUHAN SYIRIK

Syirik (Syirk) adalah menganggap Sebab Utama dan Pencipta Tunggal semua yang ada sebagai sesuatu yang berkoalisi.

Untuk jadi musyrik, tak perlu bikin makanan, sewa mobil untuk pergi ke pantai lalu melarungkan sesajian, tapi cukup menganggap ada Sebab Sejati kedua.

Menganggap orang yang tak menyekutukan Tuhan sebagai musyrik bisa diduga meyakini adanya sekutu Tuhan.

Perbuatan apapun yang tak merugikan orang lain dan tak bertentangan dengan keyakinannya tentang Islam adalah Islami.

Selama tak melanggar hukum negara dan tak melanggar hak warga lain, andai dianggap syirik pun, tak ada warga yang berhak membubarkan aktivitas warga lainnya.

Memanggil Tuhan, memanggil selainNya termasuk laut, darat, udara dan sesama manusia bukanlah syirik.

‘Membuang’ makanan ke laut adalah kata dengan makna yang dipilih penentang. ‘Memberi’ makan kepada laut adalah kata dengan makna yang dipilih pelaku.

Memberi makan, berobat ke dokter, menerima dan meminta bantuan kepada sesama manusia dan makhluk bukanlah syirik.

Kalau meminta bantuan kepada manusia bukan syirik, meminta bantuan kepada batu dan pohon juga bukan syirik.

Besedekah adalah semua perbuatan positif. Senyum tulus adalah ‘sedekah’. Bersedekah untuk manusia, hewan, tumbuhan, laut dan apapun boleh, bahkan baik.

Bersedekah takkan pernah jadi syirik, takkan pernah buruk dan takkan pernah mengganggu. Sedekah kepada laut berarti sekedah untuk ikan, hewan dan tumbuhan laut.

Bersedekah kepada bumi berarti sedekah untuk serangga,hewan darat dan tumbuhan. Sedekah kepada udara berarti sedekah untuk burung dan makhluk udara lainnya. Itulah sedekah ekologis.

Meminta apapun kepada laut, udara, pohon dan kepada sesama makhluk, termasuk manusia, seraya tetap yakin Tuhan adalah Sebab Perdana dan Pemberi Sejati, tidaklah syirik.

Orang yang berbicara dengan pohon dan tanah bukanlah kriminal dan bukan pula musyrik, tapi mungkin perlu ‘terapi’.

Karena makhluk-makhuk berjiwa adalah bagian dari alam, pastilah alam berjiwa. Karena menghimpun ikan, pastilah laut berjiwa.
Karena menampung manusia dan hewan darat, pastilah bumi berjiwa. Karena meliputi burung, pastilah udara berjiwa.

Perbuatan setiap orang didasarkan pada keyakinan yang dipilihnya. Selama tak mengganggu hak orang lain dan melawan aturan negara, tak ada warga yang punya wewenang menghentikannya.

Menghentikan aktivitas warga lain tanpa wewenang konstitusional bisa dianggap sebagai merampas hak pemerintah dan melecehkan hukum.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed