MAKA LENGKAPLAH ALASAN PILIHAN POLITIK

Sebagian dari kita pernah melihat video seorang lulusan negara zionis yang aktif menyebarkan takfirisme melakukan penodaan terhadap al-Quran saat menafsirkan secara ngawur ayat 70 dalam surah Al-Ahzab
“يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ”
yaitu mengubah kata ‘sadid’ (سديد) yang berarti ‘benar’ dengan kata ‘syadid’ (شديد) yang berarti ‘keras’.

Video itu hanya menyediakan dua asumsi; Pertama, dia bodoh tentang al-Quran tapi maksa berlagak ustadz demi tujuan uang di balik aktivitas pengkafirannya. Kedua, dia sengaja mengubah kata dalam al-Quran dan melakukan tafsir serampangan demi mengacaukan pemahaman umat tentang al-Quran dan memberikan pupuk bagi islamophobia.

Baru saja saya dapat kiriman video yang menayangkan ustadz abal-abal ini teriak-teriak tentang pilpres dan secara agitatif menggalang dukungan untuk salah satu capres sembari menyindir dan mencemooh capres lain.

Kegigihan komedian anti kebhinnekaan berbusana agamawan ini dan para agen ekstremisme menggalang dukungan politik dengan cara tak santun melengkapi alasan kita (yang menganggap takfiris sebagai musuh NKRI dan asas Pancasila) untuk memantapkan pilihan politik kita.

Penentuan pilihan politik berbasis perspektif pro toleransi tak berarti bersikap pemujaan dan menghentikan sikap kritis terhadap kinerja, pola lamban menghadapi ekstremisme dan lainnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed