loading...
PARTAI POLITIK
HIZB ANTARA KELOMPOK DAN PARTAI POLITIK. "Hizb" secara etimologis (kebahasaan) adalah kata Arab yang berarti kelompok atau sekte. Ia berasal dari kata kerja hazaba dan tahazzaba yang berarti berkumpul, sebagaimana disebutkan dalam al-Mu'jam dan kamus-kamus utama Arab.

PARTAI TUHAN VS PARTAI SETAN

Jelang pilpres 2019 muncul kehebohan akibat pernyataan-pernyataan kontroversial dan sensitif. Salah satunya adalah “Partai Tuhan versus Partai Setan”.

Terlepas apakah pernyataan tersebut adalah bagian dari tausiyah ataukah politisasi agama, yang pasti, kita perlu berhati-hati menggunakan frasa terutama terkait dengan agama dan politik.

Kata partai dalam bahasa Indonesia adalah perkumpulan (segolongan orang) yang seasas, sehaluan, dan setujuan (terutama di bidang politik). Partai juga berarti penggolongan pemain dalam bulu tangkis dan sebagainya. Partai juga berarti kumpulan barang dagangan yang tidak tentu banyaknya.

 

Partai juga dikaitkan dengan politik, disebut partai politik. Sebuah partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan umum. Definisi lainnya adalah kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama.

“Hizb” secara etimologis (kebahasaan) adalah kata Arab yang berarti kelompok atau sekte. Ia berasal dari kata kerja hazaba dan tahazzaba yang berarti berkumpul, sebagaimana disebutkan dalam al-Mu’jam dan kamus-kamus utama Arab.

Dalam pengertian etimologis inilah kata hizb digunakakan dalam Al-Qur’an. Kata hizbullah berarti kelompok pengikut Allah yang berhadapan dengan hizbusy-syaithan yang berarti gerombolan pengikut setan.

Diperkirakan bahwa penggunaan kata ini dalam Al Qur’an didasarkan pada beberapa pengertian sebagai berikut:

Pertama: orang-orang yang berkumpul untuk melawan Nabi saw dan ajakannya. Allah berfirman,
وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan.(QS. Al-Ahzab : 22)

Kedua: Orang-orang yang berhimpun di atas kepalsuan dan mengikuti ajakan iblis. Allah berfirman,
اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi. (QS. Al-Mujadilah : 19).

Ketiga: Orang-orang yang berkumpul untuk mengikuti ajakan yang benar. Allah berfirman,
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. (QS. Al-Mujadilah: 22).

Keempat: Umat-umat kafir yang mendahului umat Islam, bangsa-bangsa yang mendustakan para rasul, dia berkata:
وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُوطٍ وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ ۚ أُولَٰئِكَ الْأَحْزَابُ
Dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah. Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul). (QS. Shad : 13).

Kata “hizb” juga merupakan sebutan bagi setengah juz dari Al-Quran. Oleh karena itu, Al-Qur’an mencakup enam puluh hizb. Istilah hizb lebih populer dari juz di sejumlah negara Islam seperti Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania dan negara-negara Afrika.

 

Hizb secara etimologis (peristilahan) dalam kamus Arab modern berarti “partai” sebagai konsep dan istilah politik dengan fungsi-fungsi dan komponennya, misalnya al-hizb al-jumhuri (partai Republik) yang bersaing dalam arena politik dengan al-hizb ad-dimokrathi (partai Demokrat).

Kata “Hizbullah” yang tertera dalam al-Quran juga dijadikan sebagai nama sebuah komunitas dan sebuah organisasi sosial juga militer dan politik.

Di Indonesia Laskar Hizbullah didirikan pada 4 Desember 1944, kurang lebih setahun sesudah PETA. Organisasi militer non reguler yang bertujuan mengusir penjajah Jepang ini adalah hasil nisiatif dari KH. Wahid Hasyim.

Di Iran kata Hizbullah merupakan sebutan umum bagi masyarakat sipil yang mendukung berdirinya Republik Islam dan setia kepada kepemimpinan ulama yang disebut Wilayatul Faqih. Ia bukan sebuah nama formal tapi menjadi semacam identitas lapisan revolusioner yang menjadi bahan baku terbentuknya organ paramiliter Basij.

Di Lebanon kata Hizbullah (Hezbollah) adalah nama formal sebuah organisasi sosial, militer dan politik yang didirikan sebagai cetusan masyarakat di wilayah selatan yang sebelumnya termarginalkan secara sosial, ekonomi dan politik.

Hezbollah yang semula berbentuk milisi militer dengan tujuan tunggal mengusir Israel yang melakukan agresi lalu berkembang dan bertransformasi sebagai organisasi politik yang dominan di bawah kepemimpinan Sayed Hasan Nasrullah.

Organisasi ini didirikan oleh Syekh Raghib Harb dan sejumlah ulama Syiah yang menyatakan diri sebagai pengikut garis kepempimpinan Imam Khomeini. Ia menjadi organisasi resmi dan terlibat dalam konflik militer dengan Israel di bawah Sayed Abbas Musawi setelah melanjutkan kepemimpinan Syekh Raghib yang gugur sebagai korban aksi teror Israel.

 

Ringkasnya, kata “hizb” sebagai komunitas sesuai makna etimologisnya dan sebagai partai sesuai makna terminologisnya boleh digunakan oleh siapapun selama punya pertanggungjawaban argumentatifnya.

Menggunakan kata “Hezbollah” sebagai golongan pengikut Tuhan mengikuti makna primernya maupun sebagai “partai (politik) Tuhan” mengikuti makna non primernya tetaplah merupakan sesuatu yang positif bagi pihak yang diberi predikat.

Tapi tak akan ada yang rela untuk diberi stigma “Hizbusy-syaithan” dengan arti etimologisnya (golongan pengikut setan) atau arti terminologisnya (partai politik setan). Karena itu, demi menghindari lomba cemooh, sebaiknya penyebutan “golongan setan” atau “partai politik setan” disepakati sebagai hak prerogatif Tuhan.

loading...