PATRIARKHI

PATRIARKHI

Dalam bus antar kota yang pengap penuh aneka aroma, terenyuh hati memperhatikan gadis berjilbab ala kadarnya dengan wajah lelah bak galeri derita menjinjing kotak speaker karaoke lalu menyanyikan lagu melas dangdut tentang cinta yang dibalas dusta…

Mungkin dia tidak hanya pelantun lagu berlirik muram itu, tapi korban kejahatan bercawat cinta.

Meski fals, suaranya menebitkan vibrasi batin yang mengisyaratkan sebuah tragedi domestik yang telah membatu sebagai tradisi patriarkhi temurun berbungkus doktrin agama.

Baca juga:

HAK WANITA DALAM PERNIKAHAN

MEMANUSIAKAN WANITA

News Feed