PECINTA, TERCINTA DAN CINTA

PECINTA, TERCINTA DAN CINTA
Cinta atau syauq atau al-hubb atau al-‘isyq adalah peristiwa metafisik, disebut rasa (dzauq), yang berhubungan sebuah subjek, disebut “wishal”.
Peristiwa misterius in terjadi dan muncul dalam aneka peringkat. Peringkat paling rendah adalah rasa butuh. Peringkat kedua adalah rasa memiliki. Peringkat ketiga adalah rasa menjadi. Peringkat tertinggi adalah rasa menyatu.
Dalam peristiwa emosional ini ada dua pihak, yaitu subjek pecinta (al-muhibb) dan subjek tercinta (al-mahbub) atau objek. Subjek pecinta adalah pihak yang memaknai dirinya sebagai sesuatu yang berhubungan dengan pihak lain. Baca juga: Siapa Habib?
Subjek pecinta adalah pihak yang merasa perlu menyempurnakan diri melalui koneksi dengan pihak lain yang diyakininya bisa menyempurnakannya.
Subjek tercinta boleh jadi adalah subjek pecinta yang ingin menyempurnakan diri melalui koneksi horisontal dengan pihak lain. Boleh jadi pula subjek tercinta adalah subjek cinta itu sendiri, bukan pecinta yang memerlukan koneksi dengan pihak lain karena ia sempurna.
Karena cinta adalah peristiwa metafisik dan abstrak, subjek dan objeknya pun pastilah metafisis dan abstrak.
Cinta secara kemakhlukan adalah harmoni. Harmoni adalah perpaduan. Perpaduan adalah pertemuan lebih dari satu hal. Baca juga: Cinta Murah
Cinta horisontal antar sesama yang terbatas (sesama makhluk) berbeda dengan cinta vertikal, karena Tuhan tidak menyempurnakan diri melalui koneksi dengan makhluk dan hambaNya. CintaNya bermakna cahaya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed