RAKYAT BUKAN HANYA MAYORITAS

MAYORITASRakyat Bapak bukan hanya kelompok yang besar dan berjumlah banyak. Rakyat Bapak adalah setiap manusia Indonesia.

Bapak mestinya mempertimbangkan suara minoritas, karena sebagian besar kelompok2 minoritas yang mencapai kira2 15-20% adalah pendukung Bapak.

Bapak mestinya tahu bahwa sebagian minoritas belum menikmati kemerdekaan, bahkan untuk mati dan dikebumikan di tanahnya sendiri karena fatwa penyesatan.

Bapak mestinya tahu bahwa satu kata “sesat” dari seorang atau sejumlah agamawan sama dengan napalm.

Bapak mestinya tahu bahwa penyesatan dipahami sebagai license to kill, to destroy, to attack, to burn.

Bapak bisa menemukan fakta-fakta tragis intoleransi andai mau menyisihkan sedikit waktu menyimak suara-suara para korban.

Selama 5 tahun Bapak memimpin tak ada langkah nyata penyelesaian adil atas nasib para korban kekerasan atas nama agama. Namun kaum minoritas menghibur diri seraya bersangka baik Bapak sedang mengutamakan masalah-masalah lain yang mungkin lebih penting. Tapi harapan itu kini justru nyaris pupus.

Bila tak berempati karena tak merasakan derita anak-anak yang dibully karena stigma sesat, orang-orang yang diusir dari masjid karena spanduk kebencian dan ratusan wanita dan lansia kehilangan kampung halalaman karena diskriminasi dan intoleransi, setidaknya bersikaplah adil.

Bapak adalah harapan tunggal bagi kaum minoritas keyakinan dan etnis di tengah maraknya ekstremisme dan politisasi agama. Tapi mereka benar-benar kehabisan kata melihat Bapak justru menjadi sasaran ancaman dan tekanan politik berbalut agama.

Karena fakta delima yang Bapak hadapi, kaum minoritas berjuang keras melawan pesimisme dan memadamkan api kekecewaan seraya tetap menaruh sisa harapan kepada Bapak.

Semoga Bapak teguh dan tak melupakan kaum pinggiran yang tak pernah merasakan manisnya menjadi warga sebagaimana lainnya.

Merdeka!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed