SAMA-SAMA GILA

Ribut-ribut diperbolehkannya orang gila ikut dalam pemilu membuat kita masing-masing inspeksi diri. Kita sebaiknya tak boleh sibuk membicarakan kegilaan orang lain. Konon, sebagian besar manusia punya kegilaan dengan kadar yang berlainan.

Mungkin semua orang gila (kecuali yang kambuhan) tak sadar gila, bahkan sering terpingkal-pingkal melihat tingkah orang tak gila. Dalam kehidupan yang kacau begini, mungkin hanya para sufi tak bersosmed yang tak kebagian kegilaan. Siapa tau?!

Ada banyak macam kegilaan. Paling tidak, ada dua tipe kegilaan; 1. Kegilaan psikis atau mental adalah disfungsi syaraf dengan ragam dan rinciannya dalam psikologi. 2. Kegilaan sistemik adalah prilaku irrasional yang sistemik.

Kegilaan sistemik terlihat dalam konflik horisontal yang direkayasa dengan menggoreng Kebencian sektarian, etnis dan kedaerahan. Para pengidapnya adalah tokoh-tokoh yang terlihat pandai padahal culas, tenar padahal monster dan terlihat relijius padahal prilakunya justru anti Tuhan.

Orang-orang yang menurut banyak orang adalah panutan justru dalam surah Al-Ahzab ditetapkan sebagai orang-orang tak berakal.

Kegilaan, menurut Foucault, adalah buatan elite culas dalam politik, agama dan lainnya demi menyingkirkan kelompok yang dibenci.

Kegilaan paling berbahaya adalah yang menjadi produk dari sistem politik dan industri yang menciptakan kecemasan dan kebencian.

Singkatnya, gila secara psikis belum tentu gila secara politik. Waras secara psikis tak mesti waras secara politis.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed