“SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT!”

Salah satu penyebab kekacauan pemahaman tentang agama di tengan masyarakat Muslim dan kesalahpahaman non Muslim tentang Islam adalah musnahnya komitmen terhadap asas kompetensi dan hilangnya wibawa agama adalah kegemaran masif awam dalam berdakwah karena mengira hal itu dianjurkan sesuai hadis “sampaikan dariku walau satu ayat.’

Riwayat “Sampaikan dariku meski satu ayat” tidak bisa dipahami secara mentahan sebagai kewajiban bagi setiap orang untuk bertablig dan menyampaikan ajaran Islam tanpa didasarkan pada konsepsi komprehensifnya.

  1. Kata “sampaikan” berrarti bahwa calon penyampai haruslah orang memenuhi syarat2 minimal sebagai penyampai (muballig) seperti bekal pengetahuan dan aspek2 lain yang bertautan dengannya.
  2. Kata “dariku” berarti bahwa penyampai haruslah bisa memastikan apa yg disampaikannya adalah sabda Nabi SAW.
  3. Kata “meskipun satu ayat” berarti “sampaikan penafsiran yang bersumber dari sabda Nabi SAW meski tentang sebuah ayat.
  4. Menyampaikan satu ayat tentu tidak hanya melantunkan ayat, tapi menyampaikan kandungan ayat dengan tafsir yang memerlukan kompetensi dan kehati-hatian.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed