SECUIL TENTANG EPISTEMOLOGI (Bagian 1)

Jika kita menoleh ke belakang atau mencari titik akhir dari alam material, maka kita akan menemukan benda pertama terkecil di dalamnya, yang disebut dengan atom atau partikel atau energi. Yang pasti, ada sebuah entitas material yang merupakan asal muasal dari alam yang kompleks ini. Setiap entitas material di alam ini adalah kumpulan dari atom-atom yang jumlahnya tak terkirakan.

Atom memiliki substansi dan ciri tertentu. Ada entitas material tertentu yang memiliki ciri atom dan sekaligus menyandang sifat-sifat substansial yang tidak ada dalam setiap entitas atomik atau materi. Batu dapat dipandang sebagai benda, karena ia berada dalam ruang dan waktu, dapat dipandang sebagai atom, karena benda terkecil adalah atom, dan dapat pula dipandang sebagai benda padat, karena ciri kepadatannya yang khas, demikian pula air yang merupakan benda atomik sekaligus benda yang menyandang sifat cair, demikian pula gas, api.

[ads1]

 

Selain benda padat, cair dan gas, terdapat entitas material padat, cair dan gas yang memiliki ciri-ciri khas lebih. Tumbuh-tumbuhan dengan segala macamnya, daun, kembang, tangkai, pokok, buah, biji dan sebagainya bukanlah sekedar benda padat, namun ia “berkembang” dan “tumbuh”.

Di tengah tumbuh-tumbuhan, ada sekelompok entitas yang merupakan benda bekembang sekaligus “berindera” dan “berperasaan”, yaitu hewan atau binatang. Ia bergerak dengan kehendak dan nalurinya, makan, minum, melakukan aktivitas seksual, menyusui anaknya dan sebagainya.

Di tengah hewan ada sekelompok hewan yang tidak hanya berperasaan dan berindera, namun juga berakal (mempunyai akal).Dialah manusia.

Di antara manusia ada sekelompok orang yang tidak hanya berakal, namun berpikir. Mereka menggunakan akalnya dengan cara mengoleksi konsep-konsep lalu menyusun dan melahirkan konsep-konsep baru yang disebut dengan pikiran-pikiran (ideas).

Di antara manusia-manusia yang berpikir, ada sekelompok manusia yang tidak hanya mengolah data dan konsep namun menyusunnya secara rapi mengikuti pola penalaran yang baku (logika).

Di antara manusia-manusia yang berpikir secar logis, ada sekelompok orang yang meyakini konsep-konsep di benaknya sebagai pantulan dari kenyataan (pengetahuan).

Apakah ‘tahu itu? Apakah pengetahuan itu? Apakah subjek pengetahu itu? Apakah objek yang diketahui itu? Berapakah macam pengetahuan? Apakah alat pengetahuan itu? Mungkinkah manusia memperoleh pengetahuan? Bagaimana membedakan antara pengetahuan yang benar dan tidak benar? Apa hubungan antara pengetahuan yang benar dan keyakinan?

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat perlu untuk dijawab. Epistemologi adalah bidang filsafat yang menjadi landasan bagi semua pengetahuan manusia. Keyakinan atau teori apapun yang penah ada dalam benak setiap manusia bersumber dari epistemologi. Epistemologi membahas definisi pengetahuan, macam-macam pengetahuan, alat-alat pengetahuan, batas-batas pengetahuan, dan proses terbentuknya sebuah pengetahuan. Karena itulah, ia sangat perlu untuk dipelajari, terutama bagi para pencari kebenaran.

loading…


News Feed