SHUT UP SELAGI PERLU!

SHUT UP SELAGI PERLU!
Berhentilah mencemooh sekeyakinanmu karena banyaknya masalah seakan pamer keunggulan kesadaran atas mereka. Boleh jadi banyaknya pencemooh adalah salah satu masalah mereka.
Berhentilah memuntahkan kritik terhadap sebangsamu karena banyaknya kemunduran seakan hanya kamu yang punya kemampuan mengkritik. Boleh jadi banyaknya pengkritik adalah salah satu masalah mereka.
Teriak-teriak dari tribun harus sepadan dengan pengalaman cedera di lapangan.
Seberapa besar risiko kehilangan demi mengemban taklif adalah parameter kesadaran, bukan vokal.
Baca juga:

KRITIK TENDENSIUS

LIBIDO KUASA

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed