SUCI VS FIKSI

Pernyataan “kitab suci itu fiksi” adalah fiktif.

Kitab suci bukanlah karya manusia. Menganggapnya sebagai fiksi sejarah mencerminkan pandangan anti Tuhan.

Kitab suci semua agama tak patut jadi bahan akrobat kata demi menciptakan opini negatif dalam arena kompetisi politik.

Disebut kitab suci supaya tidak diperlakukan sama dengan kitab dan buku lainnya.

Disebut kitab suci supaya tidak dianggap karya manusia.

Disebut kitab suci supaya tidak dianggap fiksi.

Disebut kitab suci supaya tidak dijadikan bahan dalam polemik politik.

Kritik masif atas pernyataan “kitab suci adalah fiksi” adalah akumulasi kekesalan terhadap arogansi borjuisme kata yang jadi mesin bullying politik.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed