VIRUS KECEMASAN DAN VIRUS CORONA

Virus seganas apapun akan ditolak oleh tubuh yang imun alias sehat. Tubuh yang sehat adalah kendaraan yang dikemudikan oleh mental atau jiwa yang sehat.

Imunitas secara populer adalah kekebalan. Secara saintifitik imunitas adalah pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen alias parasit yang berkembang dalam tubuh dengan menyerap nutrisi di dalamnya tanpa sedikitpun manfaat.

imunitas adalah respons kolektif dan terkoordinasi terhadap berbagai macam pengaruh biologis luar seperti dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit. Imunitas menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkannya dari sel dan jaringan organisme yang sehat agar tetap berfungsi secara normal.

Imunitas diperoleh dengan dua cara,
1. Eksternal, yaitu yang diperoleh melalui
a) konsumsi makanan dan minuman yang sehat, b) injeksi anti virus berupa vaksin atau obat, c) prevensi berupa mengurangi kontak tubuh, isolasi dll.

Dengan kata lain, imunitas ekstenal diperoleh dengan mengikuti arahan dan prosedur prevensi sesuai standar kesehatan yang diberikan oleh pihak berwenang dan dipercaya sebagai institusi pelindung masyarakat.

2. Internal, yaitu imunitas yang diciptakan sendiri dengan memproduksi hormon endorfin dan hormon lain dalam tubuh. Endorfin adalah zat kimia yang diproduksi oleh sistem saraf pusat juga kelenjar hipofisis dalam tubuh untuk mengurangi rasa sakit yang bisa memicu rasa bahagia seperti senang dan tenang.

Ada dua cara mengaktivasi hormon endorfin dalam tubuh:
1. Terapi praktikal, yaitu melakukan perbuatan-perbuatan rasional dan positif seperti berdoa, bersenyum, berwisata di pegunungan, berkumpul dengan keluarga dan orang-orang yang menyenangkan.
2. Terapi intelektual, yaitu memperbaiki mindset dengan membuang rasa takut dan kecemasan dengan bekal informasi dari sumber-sumber yang valid, kredibel dan otoritatif.

Informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawaban menciptakan pengetahuan dan kesadaran tentang realitas subjek yang dihadapi. Kecemasan dan ketakutan adalah situasi mental yang tercipta akibat kesimpangsiuran informasi alias kebodohan tentang relasi-relasi niscaya dan logis antara subjek sebab dan subjek akibat.

Hormon-hormon dalam tubuh, seperti endorfin, kartisol, adreline dan lainnya diproduksi oleh otak. Otak bekerja atas perintah mindset (pikiran bawah sadar) yang diciptakan oleh pengetahuan dari info-info yang diserap.

Bila info-info yang diterima invalid, maka mindset menyuruh otak memproduksi hormon-hormon secara tidak proporsional yang mengganggu stabilitas jiwa. Dalam situasi demikian, tubuh melemah dan pertahanannya rapuh terhadap mikro organisme luar yang merusak.

Salah satu indikasi ketakutan dan kecemasan adalah menelan dan mempercayai semua informasi bertajuk virus corona tanpa seleksi dan verifikasi. Karena itu, tak salah bila dikatakan bahwa virus corona (virus hoax atau info abal-abal) bisa menular via medsos.

Kesimpulannya, kita harus mengelola hormon-hormon dalam tubuh kita masing-masing secara proposional dan seimbang. Dalam menghadapi epidemi, kita perlu memproduksi hormon endorfin demi membangun pertahanan tubuh. Jangan cemas! Be happy!

“Yang lebih berbahaya dari apa yang anda takutkan adalah ketakutan itu sendiri.” (Imam Ali).

*) Tulisan ini adalah salah satu artikel yang penulisannya memakan waktu cukup lama (sekitar 2 jam), karena diselingi dengan merujuk ke sejumlah referensi dan diskusi dengan seorang teman.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed