DENGAN NAMA ALI

Penghulu para bijakawan itu teraniaya dulu dan sekarang.
Penebus nyawa Nabi itu diganggu dengan aneka rekayasa, provokasi dan pembunuhan karakter, diserbu hoax berbayar berbungkus hadis.
Panglima sepanjang masa Rasul itu dikafirkan bahkan dilaknat di atas mimbar masjid selama puluhan tahun.
[ads1]

Pangeran langit yang bangga mengaku sebagai hamba Muhammad itu diasingkan dan diusir dari Madinah.
Kini nama satu-satunya sahabat yang tak pernah menundukkan kepala sedetikpun di hadapan arca tak lagi disebut-sebut.
Para pembenci tak mengutip ucapannya karena kebodohan dan kedengkian. Para pengikut gamang menyebut namanya karena menghindari risiko sosial atau sekadar demi membersihkan diri dari stigma pengikutnya.
[ads1]

 
Derita menyebut, mengutip, memperingati, memuliakan, mengikuti dan mencintai Ali sungguhlah sepadan dengan kemuliaannya.
Kini ajaran suci kekasih abadi mahawanita, Fatimah Zahra, itu menjadi musuh bersama para penyembah kuasa dan jelata-jelata pandir bertopeng agama nir budi. Peran anda dinantikan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed