SURPLUS NASEHAT, DIFISIT INTROSPEKSI

Perbuatan yang paling digemari karena terlihat bijak, mudah, gratis dan bisa menaikkan pamor di mata banyak orang adalah menasehati.

Menasehati terlihat bijak karena selalu memuat arahan kebaikan dan kebijaksaan sehingga pemberi kerap dianggap oleh penerima nasehat telah melaksanakan nasehat itu

Menasehati adalah perbuatan mudah karena tak perlu bekal ilmu khusus selain hanya memindahkan dan menyalin petuah yang tersedia untuk disampaikan meski tak melaksanakannya.

Menasehati adalah perbuatan baik minim biaya yang berbeda dengan memberikan sedekah kepada orang mislkin, menjenguk orang sakit dan menolong orang teraniaya yang berisiko.

Menasehati adalah perbuatan yang bisa dimanipulasi untuk menyudutkan seseorang bila dilalukan di tengah publik dan ditujukan kepada seseorang dengan isyarat tertentu, apalagi didasarkan pada praduga atau info tidak valid.

Tapi perbuatan yang paling dibenci karena kerap dijadikan cara menggungguli, menyindir dan mengintervensi urusan orang adalah menasehati.

Nasihat serumpun dengan tausiyah, renungan, mauidhoh, ceramah dan semacamnya, yang karena terlalu banyak disampaikan oleh orang-orang kualitas moralnya tidak lebih baik dari yang dinasehati dan seolah menjadi sekadar gaya hidup virtual sudah menjadi klise yang menjemukan.

Kita dianjurkan saling menasehati sebagai isyarat untuk mengurangi menasehati secara sepihak agar posisi setara tetap terjaga. Memberi nasehat semata bukan tolok keunggulan moral.

Sejumlah manusia yang telah melewati jerat-jerat mahiyah dan diketahui secara faktual keunggulan kualitas moral dan spiritualnya dianjurkan untuk menasehati dengan hati, akal dan raga serta perkataan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed