TERLALU AGUNG UNTUK MELAYANIMU

Bila kamu menganggap orang lain sebagai penyebab kegagalanmu, mungkin orang lain juga tak menganggapmu sebagai penyebab kesuksesanmu.

Bila kamu menganggap orang lain sebagai penyebab kegagalanmu, mungkin orang lain juga menganggapmu sebagai penyebab kegagalannya.

Bila kamu mengakui kegagalanmu sebagai akibat ulahmu, kamu pantas mengklaim kesuksesanmu sebagai hasil usahamu.

Bila kamu menganggap keterpurukanmu sebagai akibat ulah orang lain, mungkin orang lain menganggap kebangkitanmu juga sebagai hasil jasa orang lain.

Bila kamu menganggap keterpurukanmu sebagai akibat ulah orang lain, mungkin orang lain menganggap kegagalannya sebagai ulahmu.

Bila kamu mengakui keterpurukanmu sebagai akibat ulahmu, kamu berhak menganggap kebangkitanmu sebagai hasil usahamu.

Bila kamu menganggap kemiskinanmu sebagai akibat gangguan orang lain terhadap dirimu, mungkin kekayaanmu adalah akibat gangguanmu terhadap orang lain pula.

Bila kamu beranggapan bahwa kesuksesan adalah kekayaan, kamu telah menuduh para manusia suci dan bijakawan dunia sebagai orang-orang gagal.

Kebahagiaan dan kesempurnaan adalah muara tujuan setiap orang. Karenanya, masing mencari jalan dengan bekal maknanya tentang hakikatnya dalam kesuksesan menuju kebahagiaan dan kesempurnaan.

Sebagian menganggap kesuksesan sebagai kekayaan, kekuasaan dan ketenaran dan citra-citra ruang yang kompleks, bendawi dan inderawi. Sebagian lain memastkan kesuksesan sebagai kesadaran menyingkap dan meleburkan diri dalam eksistensi.

Kesuksesan adalah hasil pengetahuanmu tentang kesuksesan. Kegagalan adalah hasil pemahamanmu tentang kegagalan. Bila realitas adalah semata ruang yang kompleks, itulah makna yang kamu pilih tentang kesuksesan dan makna kegagalan. Bila realitas adalah eksistensi tak meruang yang sederhana, itulah makna yang kamu pilih hanyalah kesuksesan semata.

Tak perlu menjadikan penghinaan atau kesibukan mengukur kegagalan, kemiskinan dan kelemahan orang lain sebagai bukti dan syarat menjadi atau merasa sukses, kaya dan unggul. Bila sibuk mengukur diri dengan pandangan dan sikap orang lain dalam hidupmu, maka kamu tak mandiri dalam menjalani hidupmu. Itulah kegagalanmu menghormati dirimu. Orang lain setara dengan dirimu yang terlalu lemah untuk mensukseskanmu dan menggagalkanmu, membuatmu miiskin dan kaya. Kebahagiaan dan kesedihan setiap orang tak diberikan, tapi diambil.

Tuhan tak nenyukseskanmu dan tak menggagalkanmu, tapi Dia menyediakan jpeta jalan menuju kesuksesan dan jalan buntu kegagalan sesuai hukum kausalitas yang ditetapkannya. Dia memberimu kesempatan untuk mencari dan menemukan kesuksesan dan kegagalan. Dia terlalu agung untuk mengurusimu secara khusus, dan kamu terlalu kecil untuk menuntutNya melayanimu secara personal. Ikuti sistemNya!

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed